Sabtu, 28 Maret 2015

KONSEP PEMBELAJARAN PEDAGOGI

KELOMPOK 7 :
Yuha Nuraini                          131301021

Belajar Kreatif Mengasikkan
(BAKMI)
A.      Pendahuluan
Dewasa ini semakin banyak anak-anak yang bermain dengan gadget. Gadget menjadi hal yang utama/terpenting bagi mereka. Selain gadget, televisi juga menjadi hal yang terpenting bagi anak-anak. Anak-anak merasa tidak tenang jika dalam sehari tidak bermain gadget ataupun menonton televisi. Hal itulah yang membuat anak menjadi kurang kreatif. Seharusnya anak-anak yang berusia 8-9 tahun itu masih bermain de ngan mainan tradisional, bukan bermain gadget atau pun menonton tv. Dengan itu kita perlu memberi pengajaran tambahan pada anak untuk membuat mainan sendiri atau aneka kreativitas tertentu agar tingkat kreativitas mereka berkembang.
Kreativitas merupakan salah satu hal yang telah dibawa sejak lahir oleh setiap individu. Namun, tingkat kreativitas itu sendiri berbeda-beda setiap individunya. Banyak faktor yang membuat tingkat kreativitas tersebut. Kita, sebagai orang dewasa yang bertanggung jawab juga perlu memberi tahu anak bahwa sesuatu yang sudah jadi tentu dapat kita buat menjadi sesuatu hal yang baru. Dengan begitu tingkat kreatif anak dapat berkembang.
Berdasarkan uraian di atas kelompok memiliki pengalaman tersendiri terhadap fenomena yang telah dipaparkan. Untuk itu kelompok memilih tema pembelajaran yang dapat meningkatkan kreativitas anak. Selain itu,  kelompok memiliki harapan agar pembelajaran ini dapat memicu anak untuk lebih meningkatkan kreativitas mereka.

B.       Landasan Teori

Adapun landasan teori yang digunakan oleh kelompok yaitu pendekatan kreativitas empat P :
1.      Person
Kreativitas merupakan ungkapan keunikan dari individu dalam interaksinya dengan lingkungannya. Secara umum mengatakan bahwa setiap individu memiliki kreativitas masing-masing
2.      Press
Bakat kreatif individu akan terwujud jika ada dorongan dan dukungan dari lingkungannya maupun dorongan kuat dalam diri individu tersebut
3.      Proses
Untuk mengembangkan kreativitasnya, anak perlu diberi kesempatan untuk bersibuk diri secara kreatif. Inilah salah satu alasan mengapa kelompok memberikan pengajaran kreativitas
4.      Produk
Merupakan hasil yang diperoleh ketika anak sudah berkreativitas.
Selain itu, kelompok juga menggunakan dasar teori Vygotsky , dikarenakan pengajaran yang dilakukan menggunakan metode ZPD (Zone of Proximal Development).
Metode ZPD (Zone of Proximal Development) yaitu istilah Vygotsky untuk serangkaian tugas yang terlalu sulit dikuasai anak secara sendirian tetapi dapat dipelajari dengan bantuan dari orang dewasa atau anak yang lebih mampu. Jadi, batas bawah dari ZPD adalah tingkat problem yang dapat dipecahkan oleh anak seorang diri. Batas atasnya adalah tingkat tanggung jawab atau tugas tambahan yang dapat diterima anak dengan bantuan dari instruktur yang mampu.

C.       Konsep Pelaksanaan
Pengajaran ini dilaksanakan di rumah salah satu anggota kelompok yang berada di Jalan Bunga Asoka, Medan. Setelah melakukan perundingan, maka kelompok memutuskan untuk memberikan pengajaran pada anak usia 8-9 tahun. Hal ini dipilih dengan alasan bahwa anak usia 8-9 tahun atau kelas dua SD sudah mendapatkan pelajaran tambahan seni dari sekolah. Maka diharapkan pengajaran ini dapat membantu mereka manakala mereka diberikan tugas kesenian atau prakarya kreatif oleh guru mereka. Kelompok memutuskan untuk memberikan pengajaran selama tiga hari dengan tema yang berbeda setiap pertemuan. Selain itu kelompok juga membuat keputusan empat orang anak didik untuk keefektifan pengajaran. Berikut merupakan draft kegiatan yang akan dilaksanakan .


·         Hari Pertama : Membuat Bola Cracker


Waktu Pelaksanaan : Minggu, 29 Maret 2015 / 10:00-12:00
Alat dan Bahan :
-          Cracker
-          Susu cair
-          Coklat batang
-          Heater
-          Mangkok aluminium
-          Freezer
-          Gula mutiara
Tahap kegiatan :
-          Sebelum pembuatan, maka anggota kelompok melakukan perkenalan terlebih dahulu kepada adik-adik
-          Setelah itu anggota kelompok memeriksa kebersihan tangan dan kuku adik-adik
-          Untuk yang berkuku panjang, maka kelompok memiliki kebijakan untuk memotong kuku dan juga meminta mereka mencuci tangan mereka untuk menjaga kebersihan tangan
-          Setelah mencuci tangan maka salah satu anggota kelompok menjelaskan tahap pembuatan cracker
-          Menghancurkan cracker menggunakan plastik
-          Sembari menghancurkan cracker salah seorang anggota kelompok memanaskan heater untuk digunakan mengetim coklat
-          Setelah cracker  hancur, maka kelompok akan memberikan arahan untuk menuangkan sedikit demi sedikit susu cair sampai  cracker menjadi bentuk adonan yang dapat dicetak
-          Kemudian memberikan contoh untuk mencetak adonan cracker
-          Setelah itu, cracker  yang telah dibentuk dilumuri coklat cair dan diberikan hiasan gula mutiara
-          Kemudian adonan didinginkan di freezer sebelum dinikmati
-          Setelah selesai pembuatan, kelompok memberikan feedback terhadap hasil pembuatan adik-adik

·         Hari Kedua : Membuat mini akuarium

Waktu Pelaksanaan : Jumat, 3 April 2015 / 10:00-12:00
Alat dan bahan:
-          Kotak sepatu
-          Kertas manila biru
-          Gunting
-          Origami
-          Plastik mika
-          Double tip
-          Karton ubi
-          Kertas kalender
-          Aksesoris

Tahap kegiatan :
-          Adik-adik diberikan gambaran terhadap apa yang akan dikerjakan pada hari tersebut dengan menunjukkan contoh kreasi yang telah dibuat sebelumnya oleh kelompok
-          Kemudian salah satu anggota memberikan instruksi untuk membuat pola kertas manila yang dimasukkan dalam kotak sepatu untuk membuat kesan air
-          Agar terlihat mirip dengan air maka kertas manila yang telah dipola sesuai kotak sepatu diremukkan sedikit  setelah itu ditempel di dalam menggunakan double tip
-          Untuk membuat batu karang dan kondisi kotak sesuai akuarium, kelompok memberikan kebebasan kepada adik-adik menggunakan kertas origami maupun karton ubi untuk berkreasi, namun masih dalam pengarahan dan pengawasan kelompok
-          Setelah kreasi dalam akuarium selesai, selajutnya memberikan efek kaca menggunakan plastik mika lalu membalut kotak bagian luar menggunakan kertas kalender
-          Sebagai penutup, kelompok meberikan feedback kepada adik-adik

·         Hari Ketiga : Membuat gantungan kunci

Waktu Pelaksanaan : Sabtu, 11 April 2015 / 14:00-16:00
Alat dan bahan:
-          Kain flanel
-          Gunting
-          Besi gantungan kunci
-          Aksesoris
Tahap kegiatan :
-          Kelompok memberikan gambaran kegiatan yang akan dilakukan pada hari tersebut dengan menunjukkan kreativitas yang telah dibuat oleh kelompok
-          Salah satu anggota kelompok memberikan arahan untuk adik-adik membuat pola menggunakan kain flanel sesuai yang mereka ingin kreasikan
-          Selama kegiatan menggunting, tiap anggota harus memperhatikan dan membantu mengarahkan adik-adik terhadap pola yang diinginkan
-          Setelah pola selesai maka salah satu ujungnya diberikan gantungan kunci
-          Di akhir pertemuan, kelompok memberikan feedback dan reward terhadap apa yang sudah dilakukan adik-adik selama tiga hari.

D.      Taksasi Dana

No
Alat dan Bahan
Jumlah
Dana
1
-          Cracker
3 bungkus
15000
2
-          Susu
2 sachet
3000
3
-          Coklat batang
1 kotak
15000
4
-          Gula mutiara
1 bungkus
2000
5
-          Besi gantungan kunci
½ lusin
3000
6
-          Kertas manila biru
5 lembar
10000
7
-          Gunting
1 buah
6000
8
-          Plastik mika
1 gulung
8000
9
-          Double tip
1 buah
3000
10
-          Aksesoris

5000
11
-          Ongkos
3 hari (pulang-pergi)
128000
12
Reward
60000
13
Total
258000

Senin, 29 Desember 2014

ANALISIS FENOMENA SESUAI TEORI ALBERT ELLIS



Sumber : Sindonews.com
Cemburu buta, ABG bunuh pacarnya
Ade Nurjanah
Rabu,  19 Maret 2014  −  17:59 WIB
Sindonews.com- Polres Majalengka  menetapkan Gugun Gumilar (18)  siswa SMK Korpri Majalengka sebagai tersangka karena terbukti membunuh pacarnya Risa Rosa Indah (17).

Dari hasil penyelidikan kepolisian, sebelum dibunuh korban sempat dianiyaya menggunakan benda tumpul dan selanjutnya ditenggelamkan  ke sungai hingga tewas.

Namun, tersangka berkilah bahwa jatuhnya korban ke sungai karena ketidaksengajaan.

Meski beberapa keterangan sudah diperoleh dari tersangka,  polisi masih terus melakukan penyelidikan terhadap kasus ini, apalagi pakaian dan celana korban  masih belum ditemukan.

Sebelumnya menurut pengakuan  tersangka  korban menggunakan busana. Tapi saat ditemukan pada Selasa (18/3/2014) korban hanya menggunakan BH dan celana dalam.



Dihadapan petugas, tersangka mengaku melakukan tindakan tersebut karena diselimuti api cemburu terhadap korban yang dituding telah selingkuh.

Pelaku bercerita, saat dirinya tengah berdua dengan korban, tiba-tiba HP korban berbunyi lantaran mendapatkan pesan singkat dari seseorang. Pesan singkat itu membuat pelaku cemburu buta lantaran isinya bernada mesra.

"Saat berdua, saya memegang hp korban. Tiba-tiba ada sms mesra dari seorang lelaki. Saya menanyakan identitas pengirimnya. Tapi pacar saya tidak mau memberitahu. Saya langsung emosi hingga terjadi pertengkaran," kata Gugun dengan raut wajah yang sama sekali tak menampakan penyesalan.

ABG  yang tinggal di Desa Tanjung Sari Kec, Sukahaji ini mengaku antara dirinya dan pacarnya kemudian cekcok lalu terjadi saling dorong-dorongan hingga mengakibatkan kekasihnya terpeleset jatuh ke dalam sungai.

"Saat itu saya panik dan berteriak meminta tolong terhadap warga yang ada saat itu sambil berkata, "Palid", "Palid" (terbawa air)," ujarnya.

Gugun menjelaskan, sebelum korban terseret arus sungai, ia mengenakan pakaian lekton warna coklat dan celana jeans. "Saya juga tidak tahu, mengapa korban saat ditemukan hanya memakai BH dan celana dalam, saat terjatuh masih mengenakan pakaian," kilahnya.
 



Kapolres Majalengka, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bulang Bayu Samudera melalui Kasat Reskrim Chaerudin menjelaskan, dari hasil pemeriksaan kepolisian,
"Barang bukti berupa HP, laptop dan pakaian korban sudah kami amankan.  Tersangkan terjerat Pasal 351 tentang penganiayaan hingga mengakibatkan kematian dengan ancaman penjara 7 tahun," katanya.

Sebelumnya diberitakan, telah dilakukan pencarian selama kurang lebih sehari semalam, akhirnya mayat siswa SMK Korpri, Risa Rosalinda yang hilang pada Senin (17/3/2014) ditemukan warga di sungai Ciherang tepatnya di Desa Weragati Kec, Palasah Selasa (18/3/2014) sekitar pukul 15.15 WIB.


TEORI RATIONAL EMOTIVE THERAPY ALBERT ELLIS
Pandangan pendekatan rasional emotif tentang kepribadian Albert Ellis, dapat dikaji dari konsep-konsep kunci teori Albert Ellis. Ada tiga pilar yang membangun tingkah laku individu, yaitu Activating experiences (A), Belief (B), dan Emotional consequence (C). Kerangka pilar ini yang kemudian dikenal dengan konsep atau teori ABC.
Activating experiences (A) yaitu segenap peristiwa luar yang dialami atau memapar individu. Peristiwa pendahulu yang berupa fakta, kejadian, tingkah laku, atau sikap orang lain. Perceraian suatu keluarga, kelulusan bagi siswa, dan seleksi masuk bagi calon karyawan merupakan activating experiences bagi seseorang.
Belief (B) yaitu keyakinan, pandangan, nilai, atau verbalisasi diri individu terhadap suatu peristiwa. Keyakinan seseorang ada dua macam, yaitu keyakinan yang rasional (rational belief atau rB) dan keyakinan yang tidak rasional (irrasional belief atau iB). Keyakinan yang rasional merupakan cara berpikir atau system keyakinan yang tepat, masuk akal, bijaksana, dan kerana itu menjadi prosuktif. Keyakinan yang tidak rasional merupakan keyakinan atau system berpikir seseorang yang salah, tidak masuk akal, emosional, dan keran itu tidak produktif.
Emotional consequence (C) merupakan konsekuensi emosional sebagai akibat atau reaksi individu dalam bentuk perasaan senang atau hambatan emosi dalam hubungannya dengan activating experience (A). Konsekuensi emosional ini bukan akibat langsung dari A tetapi disebabkan oleh beberapa variable antara dalam bentuk keyakinan (B) baik yang rB maupun yang iB.
Selain itu, Ellis juga menambahkan D dan E untuk rumus ABC ini. Seorang terapis harus melawan (dispute; D) keyakinan-keyakinan irasional itu agar kliennya bisa menikmati dampak-dampak (effects; E) psikologis positif dari keyakinan-keyakinan yang rasional.
 
Menurut teori RET, seseorang yang bermasalah akan mempunyai suatu sistem kepercayaan atau suatu ‘belief system’ yang penuh dengan kepercayaan yang tidak rasional mengenai perkara yang dilihat atau dialaminya. Albert Ellis telah memberikan beberapa idea tentang pemikiran yang tidak rasional, antaranya adalah seseorang individu mempercayai bahwa ia mesti disayangi oleh orang-orang penting atau signifikan kepada dirinya seperti ibubapa, adik-beradik dan rakan-rakan. Individu juga percaya bahawa ia mesti membuktikan bahawa ia seorang yang berkebolehan dan berkemampuan. Seseorang individu juga mempercayai bahawa jika terdapat individu yang lain melakukan kesalahan atau tidak berlaku adil, maka seharusnya ia dikutuk dan menyalahkan dirinya dan dilihat sebagai orang yang tidak baik. Masa lampau juga dianggap sangat penting kerana ia mempengaruhi hidup seseorang individu. Ellis mempercayai bahawa masa lampau itulah yang akan menentukan perasaan seseorang individu pada masa kini.




ANALISIS KASUS BERDASARKAN TEORI ALBERT ELLIS
Pandangan pendekatan rasional emotif tentang kepribadian dapat dikaji dari konsep-konsep kunci teori Albert Ellis yaitu berupa tiga pilar yang membangun tingkah laku individu, yaitu Activating experience (A), Belief (B), dan Emotional consequence (C). Dalam kasus seorang ABG yang membunuh pacarnya karena cemburu ini dapat kita lihat tiga pilar yang membangun tingkah laku individu tersebut :
·         Activating experience (A) : saat tersangka tengah berdua dengan korban, tiba-tiba HP korban berbunyi lantaran mendapatkan pesan singkat dari seseorang. Pesan singkat itu membuat pelaku cemburu buta lantaran isinya bernada mesra.
·         Belief (B) : tersangka pun menanyakan identitas pengirimnya kepada korban. Tapi korban tidak mau memberitahu. tersangka langsung emosi hingga terjadi pertengkaran (rational belief). Tersangka mengaku antara dirinya dan korban kemudian cekcok lalu tersangka memukul wajah korban dan terjadi saling dorong-dorongan hingga mengakibatkan kekasihnya terpeleset jatuh ke dalam sungai (irrasional belief).
·         Emotional consequence (C) : tersangka merasa emosi saat melihat pesan singkat yang mesra dari seseorang di HP korban, dan dari wajah tersangka tidak ada rasa penyesalan sama sekali setelah tersangka mendorong korban hingga terseret ke sungai.
·         Dispute (D) :  dengan adanya terapis REBT ini dapat membantu tersangka untuk mengubah pola fikirnya menjadi lebih irasional lagi. Sehingga tersangka tidak langsung bertindak yang berlebihan seperti yang dilakukannya kepada korban hanya karena masalah yang tidak terlalu berat. Karena masalah dapat diselesaikan tanpa kekerasan.
·         Effects (E) : Tersangkan terjerat Pasal 351 tentang penganiayaan hingga mengakibatkan kematian dengan ancaman penjara 7 tahun. Dengan hukuman penjara 7 tahun tersebut diharapkan tersangka dapat menyesali perbuatannya dan tidak melakukan perbuatan itu lagi.

Daftar pustaka :
http://daerah.sindonews.com/read/845846/21/cemburu-buta-abg-bunuh-pacarnya-1395226750